The Sun and Ocean

 
 
 
aku memilih menjadi putri matahari daripada harus menjadi Cinderella dengan sepatu kaca berkilau dan pangeran super tampan. Menggandeng pangeran sambil mengenakan most wanted shoes memang menyenangkan….tapi entah kenapa menjadi matahari dengan kesendiriannya di rotasi planet kala siang tampak lebih mengiurkan bagaikan ditawari es jeruk dingin di siang yang super terik dan panas. Terlepas dari kenyataan bahwa Cinderella adalah mantan babu yang beruntung berkat wajah cantiknya, kebayangkan klw semua pembantu rumah tangga cantik-cantik, bisa-bisa semua majikan kawin lari sama pembantunya. Meskipun matahari  hanya berwajah pas-pasan dengan muka super bulat, tidak punya  ibu peri yang siap membantu, tapi berkat matahari semua orang mengerti bahwa sang pencipta itu ada.

 
Terlebih lagi berkat matahari, warna lautan bisa menjadi biru emerald yang menenangkan jiwa. Sinarnya diserap oleh lautan tanpa belas kasih demi memunculkan warna biru pada air laut yang sedap dipandang, mungkin kalau tidak ada matahari, laut tidak akan semenarik sekarang. Seperti layaknya pepatah yang mengatakan bahwa dibalik pria hebat ada wanita hebat, jadi di balik ketampanan lautan ada matahari, si putri bulat yang selalu datang paling pagi demi menemani raja lautan.