Lost in Prasasti Museum, Indonesia

Hi there. If you stop by in Jakarta, don’t forget to visit Prasasti Museum to get the most artistic statue which definitely noted as the beauty of art from Dutch colonial era. Trust me..it will spoil your eyes ^^

Praying Statue
Praying Statue

The museum was formerly a cemetery, built by the Dutch government in 1795. It was the oldest modern cemetery in Indonesia, yet the only one Museum of its kind in Jakarta.

Broken Statue
Broken Statue

Person that buried in the cemetery are mostly came from Dutch and one Indonesian famous activist who died in Sumeru mountain, Soe Hok Gie.

Angel Wing
Angel Wing

As matter a fact, Indonesian people’s tend to use this cemetery as favorit place to take picture because we think is very good for photos background, either for personal photos or editorial ones. So don’t be so surprise if you find a group of teenagers wearing costume and make up as they taking picture inside the museum just for fun. Lucky me, I found lovely model in blue who in action..yippie^^

Model in Blue
Model in Blue

Sssssttt…this is the ugly part, the museum was not really in good shape right now. Umm..lack of attention from our government. Several statues are broken and so many junk *hiks. But…it’s a great plus cheap spot to enjoy your weekend.

Yuk, Kenalan dengan Pakaian Dalam Papua!

“If you don’t know history, then you don’t know anything”

Sukses menemukan benda sejarah yang sarat budaya, yaitu lemari kaca yang berisikan pakaian dalam  di daerah Papua jaman dulu. Now they start to use our clothes even in several remote areas of Papua, this kind of underwear and bra’s are still existing. Seketika saya tertawa terbahak-bahak sambil membayangkan apa jadinya jika saya hidup di masa ataupun daerah yang menggunakan kain anyaman kulit kayu sebagai penutup dada, gatal-gatalkah?

Penutup Dada Papua (Dok.Dynaputri)

Women and bra are like two best friends, no matter what.. they stay close to each others just like paper and glue. Jika mengetik di kotak search google mengenai asal bra, hasilnya selalu saja dikaitkan dengan perempuan Perancis yang disebut-sebut sebagai penemu bra for the first time, I believe her name was Mary Jacob. Literary bra in France language means upper arm. Mary created bra dari sapu tangan yang dipercantik dengan pita dan tali pada tahun 1913. Saat itu brackless bra milik Mary berjaya karena belum ada competitor, hingga tahun 1922, Ida Rosenthal dan Enid Bissett, menambahkan “cup” pada bra dengan berbagai macam ukuran yang dapat memperindah bentuk payudara wanita.

Lantas bagaimana bra bisa eksis di Indonesia? Tahukah Anda bahwa bra adalah salah satu peninggalan jajahan belanda untuk kita. Bra modern dibawa oleh noni Belanda yang menetap di Indonesia ketika jaman penjajahan. Negara Perancis yang berbatasan langsung dengan Belanda turut memberikan pengaruh terhadap perkembangan pakaian dalam negara kincir angin. Jika Perancis menggunakan kata bra, Belanda menyebutnya dengan kata BH, singkatan dari ‘Buste Hounder‘ yang berarti pemegang / penyangga payudara. Semenjak kehadiran noni-noni Belanda, perempuan Indonesia kala itu meniru BH untuk dikenakan di balik kebaya, bahkan penyebutan kata BH masih eksis hingga sekarang.

Pakain Dalam Pria (dok.dynaputri)

Benda yang terbuat dari logam dan perunggu berfungsi sebagai celana dalam pria, namun hanya menutupi area “penting”-nya saja. Fiiiuuuh untung saja, UU pornografi  belum digalakkan di daerah tertinggal.

Emm, coba bandingkan deh gambar  pakaian dalam pria satu dan dua. There is a big differences right? I think, pakaian dalam pria pada perkembangannya sama seperti bra yang  akhirnya punya banyak ukuran. Berhubung hanya ada 2 tipe ukuran logam maupun perunggu pada masa itu, saya pun mengambil kesimpulan bahwa  hanya ada 2 tipe pria, yang pertama si pendek tapi lebar dan  kedua si panjang namun agak kurus. Well.. kalau ada yang nemu si panjang dan juga lebar, itu berarti bonus. Hihihi

Pakaian Dalam Pria (Dok.Dynaputri)

Bagaimanapun, baju tradisional  adalah cermin budaya yang harusnya dibiarkan saja. Tidak usah memaksakan  suatu daerah tertinggal menggunakan pakaian seperti yang kita gunakan, biarkan mereka berkembang dengan sendirinya sesuai dengan cara hidup mereka masing-masing.